Waspadai Gejala Awal Kanker Serviks dan Cari Tahu Cara Pencegahannya


Kanker serviks yang menjadi salah satu momok utama bagi kesehatan wanita seharusnya bisa dilihat dari gejala awalnya. Sahabat Ayu pun bisa mencegah datangnya kanker yang disebabkan oleh infeksi virus HPV ini dengan melakukan beberapa hal. Apa saja gejalanya dan bagaimana cara mencegahnya?

Pendarahan abnormal

Gejala awal kanker serviks bisa dilihat dari pendarahan yang abnormal. Kondisi ini dapat terjadi saat mens atau setelah berhubungan intim. Memang ada hari-hari di mana Sahabat Ayu merasa aliran darah mens itu deras, dan wajar bila hal ini terjadi. Namun, bila terjadi terus-terusan selama mens, sebaiknya Sahabat Ayu konsultasikan ke dokter.

Keputihan yang berlebih dan warna berubah

Selain pendarahan abnormal, gejala awal lainnya ketika Sahabat Ayu terserang kanker serviks adalah keputihan yang berlebihan dan warnanya berubah. Umumnya, warnanya berubah jadi merah muda dan baunya pun cenderung menyengat.

Gejala minor lainnya

Selain dua gejala di atas, ada juga gejala-gejala minor lainnya yang bisa menjadi indikasi Sahabat Ayu terserang kanker serviks. Karena gejala-gejala ini minor, sebaiknya tak perlu heboh dulu ketika tak merasakan semua dari gejalanya.  Apa saja gejala minor ini?

Yang pertama adalah nyeri panggul, biasanya muncul setelah Sahabat Ayu berhubungan intim. Namun, karena nyeri panggul ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain, jangan cepat panik dulu ketika merasakannya. Selama tak diikuti dengan faktor-faktor lainnya, Sahabat Ayu tak perlu panik.

Gejala lainnya adalah pembengkakan kaki, bisa terjadi pada dua kaki atau sebelah saja. Kemudian diikuti dengan rasa lemas yang berkepanjangan dan terasa tak lazim. Seperti ketika Sahabat Ayu sudah cukup makan dan istirahat atau mudah lelah ketika berolahraga, padahal baru melakukannya sebentar (dan biasanya Sahabat Ayu mudah melakukannya).

Kemudian, gejala minor ini juga diikuti dengan berat badan yang turun drastis. Penurunan ini tak sekedar 5 atau 7 kilo saja, bisa sampai lebih dari 10 kilo dalam waktu yang tidak lazim (satu bulan misalnya). Padahal Sahabat Ayu tidak sedang diet. Gejala minor terakhir adalah susah buang air, baik itu buang air kecil ataupun besar. Padahal, Sahabat Ayu sudah meminum air putih yang cukup dan kerap memakan makanan sehat.

Agar terhindar dari kanker serviks, lakukan hal ini

Sebelum mengobati memang lebih baik untuk mencegahnya. Apalagi, pengobatan kanker serviks membutuhkan biaya yang tak murah. Sahabat Ayu bisa melakukan beberapa hal kecil ini untuk mencegah kanker serviks tersebut datang. Apa saja caranya?

  • Kurangi makanan berlemak

Makanan penyebab kanker serviks itu ada, salah satunya adalah makanan berlemak. Tentunya hal ini hanya terjadi ketika dikonsumsi dalam porsi yang berlebih. Tak hanya akan membuat Sahabat Ayu jadi obesitas dan terserang diabetes (yang juga menjadi faktor penyebab kanker serviks), Anda juga akan memproduksi hormon estrogen lebih banyak. Produksi hormon jenis ini dalam jumlah besar dan selama terus menerus akan dapat memicu timbulnya sel kanker pada rahim.

  • Hindari rokok

Dilansir dari Cancerresearchuk.org, asap rokok mengandung zat kimia bernama benzyrene yang dapat merusak sel-sel pada lapisan serviks. Sebetulnya, lapisan serviks memiliki sel Langerhans yang berfungsi melawan penyakit. Namun, ketika tercampur oleh benzyrene, kemampuan sel tersebut dalam melawan virus pada leher rahim bisa berkurang sehingga lebih rentan terkena kanker serviks.

  • Vaksinasi kanker serviks (vaksinasi HPV)

Vaksinasi memang tidak 100% menjamin Sahabat Ayu akan terlindung sepenuhnya dari penyakit kanker serviks. Namun, setidaknya vaksinasi bisa sangat menekan atau meminimalisir risiko penyakit tersebut. Dilansir dari HelloSehat, WHO bahkan sudah menetapkan vaksin HPV sebagai metode pencegahan utama untuk kanker serviks. Vaksinasi HPV sebagai metode pencegahan kanker serviks bisa dilakukan oleh wanita sejak usia 9-45 tahun.

  • Pap smear

Pap smear bukanlah cara untuk menghilangkan kanker serviks, tetapi digunakan untuk mendeteksi dini perubahan pada sel-sel leher rahim Sahabat Ayu. Efeknya, Sahabat Ayu bisa mengetahui gejala awalnya semakin cepat. Pap smear pertama disarankan untuk Sahabat Ayu yang sudah menikah dan aktif berhubungan seksual. Pap smear biasanya diulang, setiap tiga tahun sekali. Sedangkan pap smear setahun sekali harus dilakukan ketika Sahabat Ayu sudah menginjak umur 50 tahun.

 

Gejala awal kanker serviks bisa dikatakan sangat umum. Beberapa jenis penyakit lainnya (atau sekedar karena kelelahan) juga bisa membuat Sahabat Ayu merasakan gejala tersebut. Karena itu, cara paling tepat untuk mengetahuinya adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Jangan lupa juga ikuti gaya hidup yang sehat dan rutin melakukan pap smear, ya!