Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan Gejala Pra Menstruasi Dan Kehamilan


Apakah Anda pernah bingung dalam membedakan gejala pra menstruasi dan kehamilan, Sahabat Ayu? Jika pernah, Anda tidak sendirian. Nyatanya, banyak Sahabat Ayu lainnya yang juga mengalami kesulitan dalam membedakan kedua hal ini. Kesulitan dalam membedakan kedua hal ini memang wajar terjadi, apalagi gejala atau tanda-tandanya terbilang mirip. Nah, untuk menghindari salah duga dan main kira-kira, berikut informasi lengkapnya!

Perbedaan kram

Untuk membedakan apakah Anda sedang mengalami pra menstruasi sindrom (PMS) atau kehamilan adalah dengan membedakan kram yang Anda rasakan. Jika kram perut yang Anda rasakan berlangsung sebentar, itu adalah tanda Anda akan menstruasi, bukan sedang hamil. Kram atau disebut juga dengan dysmenorrhea ini merupakan rasa nyeri yang biasanya akan berkurang ketika Anda menstruasi dan hilang secara alami ketika masa menstruasi berakhir.

Sedangkan jika kram perut adalah tanda awal kehamilan, Anda akan merasakan kram yang lebih ringan dibanding PMS. Lokasi kram perut tanda awal kehamilan juga berbeda. Kram karena kehamilan biasanya akan terasa di bawah perut atau punggung bawah. Jangka waktu kram akibat kehamilan ini juga lebih lama jika dibandingkan dengan PMS, yaitu bisa dalam hitungan minggu hingga bulan

Payudara terasa nyeri

Tanda pra menstruasi yang bisa Anda rasakan salah satunya adalah nyeri pada payudara. Ketika PMS, rasa nyeri pada payudara ini biasanya disertai dengan pembengkakan menjelang Anda mengalami menstruasi. Rasa nyeri yang biasanya terjadi pada paruh kedua siklus menstruasi ini biasanya masih bisa ditahan, meskipun ada beberapa Sahabat Ayu yang mungkin mengalami rasa nyeri yang sangat menyakitkan sebelum menstruasi.

Sedangkan jika rasa nyeri itu Anda alami karena kehamilan, rasanya akan jauh lebih menyakitkan dibanding PMS, Sahabat Ayu. Sangat mungkin Anda mengalami nyeri pada payudara saat memasuki usia kehamilan setengah bulan. Tak hanya itu, payudara mungkin juga akan jadi sangat sensitif hingga nyeri saat disentuh dan terlihat lebih berisi.

Meningkatnya nafsu makan

Saat sedang PMS, Anda memang sangat mungkin mengalami peningkatan nafsu makan. Anda bisa jadi ingin memakan makanan yang lebih banyak dari biasanya. Mulai dari makanan yang asin hingga manis. Hal ini biasa terjadi sebagai tanda PMS. Bedanya dengan peningkatan nafsu makan karena kehamilan adalah indera perasa Anda bisa jadi lebih sensitif terhadap makanan.

Jika peningkatan nafsu makan itu merupakan tanda awal kehamilan, sangat mungkin Anda akan menginginkan berbagai jenis makanan yang aneh atau jarang Anda makan sebelumnya. Kombinasi makanan yang tidak biasa Anda makan dan kemungkinan Anda enggan memakan sesuatu yang selama ini biasa Anda makan, bisa jadi merupakan tanda kehamilan yang selama ini Anda harapkan.

Mengalami bercak atau flek darah

Mengalami bercak atau flek darah dapat menjadi pertanda bahwa masa menstruasi telah tiba. Biasanya bercak atau flek darah ini akan berlangsung selama satu hingga dua hari namun dalam jumlah yang sedikit. Perbedaannya dengan kehamilan adalah, bercak atau flek darah itu akan Anda alami saat memasuki usia kehamilan tujuh hingga sepuluh hari. Munculnya bercak ini tak akan selama menjelang PMS. Pendarahan yang Anda alami juga tak akan deras layaknya PMS.

Punggung terasa sakit

Mungkin Anda sering mendengar bahwa wanita yang sedang hamil biasanya mengalami sakit punggung. Hal ini dialami ketika masa kehamilan memasuki trimester kedua ketika berat badan bertambah dan janin dalam kandungan mulai membesar. Jika sakit punggung yang Anda rasakan itu terjadi menjelang periode datang bulan, kemungkinan besar itu bukanlah tanda awal kehamilan, namun sekedar tanda pra menstruasi saja. Rasa sakit gejala PMS ini biasanya digambarkan seperti ditembak hingga terkadang memancar hingga ke kedua kaki.

 

Anda harus jeli dan perbanyak informasi untuk dapat membedakan gejala wanita pra menstruasi dan kehamilan. Jika Anda sudah paham mengenai perbedaannya, besar kemungkinan Anda tak akan mudah terkecoh. Untuk hasil yang lebih pasti, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Kalian ya, Sahabat Ayu.