5 Penyebab Gatal pada Vagina Wanita dan Cara Menghilangkannya



Sahabat Ayu, rasa gatal pada kemaluan wanita tentu akan mengurangi kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Tak jarang beberapa wanita memilih untuk menggaruk area kewanitaan sebagai cara menghilangkan gatal pada vagina. Padahal, cara ini justru bisa berakibat fatal karena kulit sensitif di sekitarnya bisa terkelupas dan kemerahan serta iritasi.

Penyebab gatal pada kemaluan wanita ini bisa beragam sehingga cara menghilangkannya pun bermacam-macam. Untuk itu, Anda perlu mengetahui lebih lanjut faktor apa saja yang menyebabkan gatal di area kewanitaan serta cara menghilangkannya. Yuk, simak!

Infeksi bakteri

Salah satu penyebab gatal pada kemaluan wanita yang paling umum terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat serta perubahan pH dalam vagina. Munculnya Bacterial Vaginosis (BV) adalah faktor utama yang memicu rasa gatal tersebut. Akibatnya, Anda akan mengalami keputihan dengan tekstur yang cukup cair serta berwarna putih susu keabuan atau kuning.

Untuk mengobati infeksi BV, dokter biasanya meresepkan antibiotik yang harus Anda masukkan ke dalam vagina. Infeksi BV umumnya akan mereda dalam waktu 2-3 hari setelah penggunaan antibiotik, tetapi lama pengobatan harus dilakukan selama tujuh hari. Pastikan untuk menaati aturan pakai dan jangka waktu penggunaan dosis untuk mencegah munculnya infeksi yang lebih membahayakan diri Anda.

Iritasi kulit di area kewanitaan

Mencukur rambut kewanitaan memang akan membuat kulit sekitarnya menjadi lebih halus dan bersih selama beberapa waktu, tetapi jika Anda memiliki jenis kulit sensitif sebaiknya jangan pernah lakukan vaginal douche. Selain itu, iritasi kulit di area kewanitaan Anda juga dapat disebabkan oleh alergi terhadap produk-produk tertentu, seperti kondom, pembalut, tisu toilet, deterjen, serta pewangi pakaian.

Mengalami eksim

Sahabat Ayu, yang dimaksud dengan eksim adalah kondisi di mana muncul ruam di sekitar kemaluan wanita sehingga memicu rasa gatal pada kemaluan wanita secara berlebih. Penyebab tepat eksim sampai saat ini belum diketahui, namun beberapa pakar telah mengaitkan kondisi ini dengan faktor genetik dan pengaruh lingkungan. Pada beberapa kasus, stres dan perubahan suhu udara yang cukup ekstrem juga dapat memicu Anda mengalami eksim.

Apabila Anda telah didiagnosis dokter dengan penyebab gatal pada kemaluan yang satu ini, maka sebaiknya kondisi ini dikelola menggunakan produk dengan kandungan steroid ringan seperti hydrocortisone. Namun, jika kondisi tidak kunjung membaik sebaiknya lakukan konsultasi pada dokter ahli kulit dan kelamin.

Menopause

Siapa sangka jika rasa gatal pada kemaluan juga dialami oleh wanita yang akan memasuki masa menopause? Kadar estrogen yang menurun saat menopause inilah yang dapat menyebabkan dinding vagina mengering dan menipis, sehingga Anda akan merasakan gatal di sekitar kemaluan. Untuk mengatasinya, Sahabat Ayu bisa membasuh kemaluan dengan menggunakan air garam yang terbukti efektif menjadi antiseptik alami yang dapat menghilangkan gatal pada kemaluan.

Lebih lanjut, cara menghilangkan gatal pada kemaluan yang disebabkan faktor hormon ini juga bisa dilakukan dengan konsumsi air rebusan akar bayam sebanyak dua kali dalam sehari. Perbanyak pula konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik sehingga kulit tetap terjaga kelembapannya.

Penyakit kelamin

Melakukan hubungan seksual secara tidak aman atau berganti-ganti pasangan tentu akan membuat Anda rentan terjangkit penyakit kelamin, yang secara otomatis menyebabkan gatal pada area kemaluan. Apabila tidak segera ditangani, maka rasa gatal ini dapat berkembang menjadi rasa nyeri dan terbakar. Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi ini pada dokter yang memang ahli dalam bidang kulit dan kelamin.

 

Itulah tadi beberapa penyebab gatal pada kemaluan wanita. Cara menghilangkan rasa gatal pada kemaluan tentu berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Semoga bermanfaat, ya!