mobile menu
Logo Sumber Ayu Mobile
mobile menu  
HOME LIVE CHAT ARTIKEL VIDEO GALERI PRODUK KONTAK

Fakta Menarik Seputar Organ Reproduksi Wanita

Diterbitkan pada 06 November 2019


(Gambar 1. Fakta Menarik Seputar Organ Reproduksi Wanita)

 

Pada dasarnya, organ reproduksi wanita terdiri dari beberapa bagian, seperti labia, vagina, uterus, hingga rahim. Keempat organ tersebut berperan penting dalam sistem reproduksi dengan masing-masing fungsi dan tugas yang berbeda. Masih belum banyak diketahui ternyata ada banyak hal menarik seputar organ reproduksi wanita. Apa saja? Yuk, cari tahu informasi selengkapnya pada artikel berikut ini!

Rahim menjadi organ reproduksi paling elastis

Sebelum mengalami kehamilan, rahim adalah organ reproduksi wanita yang berukuran sangat kecil. Lebarnya hanya sekitar 5 centimeter dengan panjang kurang lebih 7,5 centimeter. Karena berisi janin, saat hamil ukuran rahim bisa membesar berkali-kali lipat bahkan mencapai pusar. Tidak tanggung-tanggung, memasuki trimester akhir kehamilan bagian terluar rahim juga bisa mencapai bawah rusuk. Ukuran rahim akan kembali normal beberapa waktu pascapersalinan.

Terdapat ribuan saraf pada klitoris

Bukan tanpa sebab klitoris disebut-sebut sebagai bagian dari organ reproduksi wanita yang paling sensitif. Hal ini dikarenakan ada sekitar 8.000 sel saraf yang mengelilingi klitoris. Tentu saja, sel-sel saraf itulah yang dapat membuat seorang wanita mencapai puncak kenikmatan seksual saat berhubungan dengan pasangannya.

Kekencangan vagina dapat dilatih

Tidak hanya rahim yang berwujud elastis, tetapi juga vagina. Bedanya, tingkat elastisitas vagina tidak sebesar rahim. Bagi wanita yang baru melahirkan, umumnya memiliki vagina relatif kendur. Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada performa seksual. Oleh karena itu, Anda bisa melatih vagina agar kembali kencang seperti sedia kala. Caranya cukup mudah, yaitu dengan rutin melakukan gerakan senam kegel yang juga melatih kekuatan otot panggul.

Tingkat keasaman vagina setara buah tomat

Seperti yang sudah sering Anda ketahui dari iklan-iklan pembersih area kewanitaan, tingkat keasaman atau kadar pH vagina berada di kisaran 3.5 – 4.5. Kondisi ini tentu jauh lebih asam dibandingkan dengan tingkat pH normal di angka 7. Bahkan, tingkat keasaman vagina ini disebut setara dengan buah tomat. Namun demikian, sifat asam pada vagina ini justru dapat mencegah masuknya bakteri patogen ke dalam rahim, lho!

Vagina mampu membersihkan diri sendiri

Pada organ reproduksi wanita, vagina, terdapat banyak mikroba baik yang memengaruhi tingkat keasaman area tersebut. Hebatnya lagi, sudah terdapat lapisan berbagai kelenjar dengan cairan pelumas yang dapat membersihkan vagina dari infeksi kuman dan bakteri. Dengan kata lain, vagina mampu membersihkan dirinya sendiri. Namun, vagina hanya membersihkan area dalam, yaitu mulai dari lubang hingga masuk ke tubuh.

Artinya, Sahabat Ayu wajib membersihkan bagian luar area kewanitaan. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah vulva, organ seksual eksternal wanita yang mengelilingi lubang kencing dan vagina. Untuk itu, Anda membutuhkan pembersih khusus kewanitaan agar bisa tampil lebih percaya diri. Pilih pembersih kewanitaan dengan pH yang sesuai dengan kondisi keasaman vagina agar tidak membunuh bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi dan jamur. Sumber Ayu Pembersih Kewanitaan dirancang khusus dengan pH 3.5 yang telah teruji klinis terbuat dari bahan alami.

Sahabat Ayu, cukup unik juga ya karakteristik organ reproduksi wanita. Untuk perlindungan yang maksimal, pastikan Anda rutin mengganti celana dalam setidaknya 2 – 3 kali dalam sehari. Cara ini penting dilakukan agar area kewanitaan tidak terlampau lembap dan rentan terhadap serangan bakteri penyebab keputihan, gatal-gatal, dan iritasi.

 

 

 

Sumber:

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/perawatan-kewanitaan/fakta-tentang-organ-reproduksi-wanita/

https://kumparan.com/agna-pradisti/5-fakta-unik-organ-reproduksi-wanita-1537441022733081014

https://hellosehat.com/hidup-sehat/perawatan-kewanitaan/cara-salah-dan-benar-membersihkan-vagina/

https://www.alodokter.com/kanker-vulva
 
ARTIKEL TERKAIT
© SUMBERAYU 2017 | All Rights Reserved.
socmedFb socMedTw socMedInsta socMedYt
© SUMBERAYU 2017 | All Rights Reserved.
socmedFb socMedTw socMedInsta socMedYt